Kendari – Dalam rangka memperkuat jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dalam pengembangan laboratorium, pemanfaatan hasil penelitian, dan hilirisasi produk Obat dan Makanan, Kepala Balai POM di Bau-Bau, Asruddin, S.Farm., Apt., M.K.M., bersama tim melaksanakan kunjungan ke Universitas Halu Oleo, Kendari, pada Senin (12/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Balai POM di Bau-Bau beserta tim melakukan pertemuan dengan Ketua Jurusan Kimia, Laode Ahmad, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Bioteknologi, Dr. Hj. Sri Ambardini, M.Si., serta Kepala Laboratorium Genetika dan Molekuler FMIPA, Prof. Dr. Muzuni, S.Si., M.Si. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kapasitas laboratorium, pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi, serta pengembangan produk Obat dan Makanan yang memenuhi persyaratan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai POM di Bau-Bau menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian dan mengembangkan inovasi produk yang berpotensi untuk dikomersialkan. Dalam mendukung proses tersebut, BPOM dapat memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam pemenuhan persyaratan sarana produksi dan registrasi produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi ini diharapkan dapat menjembatani hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dikembangkan menjadi produk yang bermutu, aman, dan memenuhi persyaratan peredaran.
Selain membahas pengembangan produk berbasis riset, pertemuan ini juga menyoroti pemanfaatan fasilitas pengujian laboratorium. Sejumlah pelaku usaha di wilayah kerja Balai POM di Bau-Bau diketahui telah memanfaatkan jasa pengujian Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pemanfaatan laboratorium terakreditasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan pengujian bagi pelaku usaha dalam mengembangkan dan memastikan mutu produknya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium Genetika dan Molekuler FMIPA Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Muzuni, S.Si., M.Si., menyampaikan pentingnya memperkuat jejaring laboratorium melalui pelaksanaan uji banding antarlaboratorium. Selain itu, fasilitasi kalibrasi peralatan melalui laboratorium kalibrasi BPOM juga menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung peningkatan kompetensi teknis laboratorium dan keandalan hasil pengujian.
Melalui pertemuan ini, Balai POM di Bau-Bau dan Universitas Halu Oleo menjajaki peluang penguatan kerja sama dalam pengembangan jejaring laboratorium, peningkatan kompetensi pengujian, serta hilirisasi hasil penelitian menjadi produk Obat dan Makanan yang memenuhi persyaratan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi, memperluas dukungan pengujian bagi pelaku usaha, serta meningkatkan keandalan hasil pengujian melalui uji banding dan kalibrasi peralatan.
Balai POM di Bau-Bau berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung inovasi berbasis riset, meningkatkan mutu layanan laboratorium, serta memperkuat pengawasan Obat dan Makanan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan produk lokal yang aman dan bermutu sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Balai POM di Bau-Bau. (Infokom-Rifandy)