Baubau - Balai POM di Bau-Bau mengintensifkan pengawalan terhadap keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di wilayah Kota Baubau. Langkah ini dilakukan melalui pengawasan lapangan dan pengujian sampel jajanan secara langsung pada Selasa hingga Rabu (28-29/07/2026).
Petugas yang terdiri dari Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) mendatangi lima sekolah target di Kota Baubau. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SDN 03 Katobengke, SDN 04 Baubau, SMPN 17 Baubau, SDN 01 Kadolomoko, dan SDN 07 Baubau.
Sebelum penyiapan dan pengujian sampel, kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau. Petugas kemudian mengambil total 111 sampel makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah maupun pedagang di sekitar lingkungan sekolah.
Pengujian dilakukan menggunakan metode uji cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi potensi kandungan empat bahan kimia berbahaya, yaitu Boraks, Formalin, Methanil Yellow, dan Rhodamin B. Berdasarkan hasil pengujian dari seluruh sampel yang diambil yaitu 38 sampel dari SDN 03 Katobengke, 22 sampel dari SDN 04 Baubau, 13 sampel dari SMPN 17 Baubau, 26 sampel dari SDN 01 Kadolomo, serta 12 sampel dari SDN 07 Baubau, seluruhnya dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Meski seluruh sampel dinyatakan bebas dari bahan berbahaya, Balai POM di Bau-Bau menegaskan bahwa hasil pengujian ini bersifat point-in-time (berlaku seketika). Status Memenuhi Syarat (MS) tersebut hanya menggambarkan kondisi sampel makanan yang diambil dan diuji pada hari pelaksanaan kegiatan. Mengingat jajanan sekolah umumnya diproduksi secara harian dengan potensi perubahan bahan baku maupun cara pengolahan, hasil uji hari ini tidak secara otomatis menjamin lot atau batch produk pada hari-hari berikutnya.