Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, resmi melantik 58 pejabat di lingkungan Badan POM pada Kamis (02/07/2026). Pelantikan yang berlangsung di Jakarta ini mencakup pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas yang akan bertugas di Badan POM pusat maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah.
Dalam pergeseran posisi di tingkat UPT, Kepala Balai POM di Bau-Bau, resmi beralih tugas dan dilantik menjadi Kepala Balai POM di Tabalong. Sementara itu, tongkat kepemimpinan di Balai POM di Bau-Bau kini diamanahkan kepada pejabat baru yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Loka POM di Belitung.
Dalam arahannya, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa integritas dan akuntabilitas merupakan fondasi utama kepemimpinan di BPOM. Mengingat lembaga ini bertugas melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan, setiap keputusan yang diambil oleh para kepala UPT berdampak langsung pada produk yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.
"Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Jabatan di BPOM bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung iklim usaha yang sehat," ujar Taruna Ikrar.
Lebih lanjut, Kepala BPOM menginstruksikan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, khususnya para Kepala UPT di daerah, untuk segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Hubungan kemitraan yang kuat serta ruang dialog yang terbuka dengan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang transparan dan responsif.
Acara pelantikan ini diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah, serta disaksikan baik secara langsung oleh jajaran pimpinan tinggi BPOM maupun secara daring oleh seluruh UPT di Indonesia. (Ila-Infokom)