Baubau - Dalam upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pangan yang aman, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bau-Bau menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Komunitas Keamanan Pangan Desa/ Kelurahan pada Senin (30/6/2025), bertempat di Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari lima unsur masyarakat yakni Ibu Rumah Tangga (IRT), Remaja, Ritel Pangan, Pelaku Usaha Pangan Olahan, dan Pelaku Usaha Pangan Siap Saji mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Masing-masing unsur diwakili oleh empat orang, yang semuanya dipersiapkan menjadi bagian dari Komunitas Keamanan Pangan di tingkat kelurahan.
Yang menarik, seluruh materi dalam kegiatan ini disampaikan langsung oleh para Kader Keamanan Pangan dari unsur Kader Keluarga dan Kader Masyarakat, yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Balai POM di Bau-Bau. Para kader membagikan pengalaman lapangan, praktik baik, serta pengetahuan tentang pengawasan pangan berbasis masyarakat, termasuk cara mengenali pangan yang tidak aman dan mekanisme pelaporan pelanggaran.
Kepala Balai POM di Bau-Bau, melalui tim pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang strategis dalam menciptakan lingkungan yang peduli terhadap keamanan pangan. “Melalui komunitas ini, kami berharap lahir agen-agen perubahan yang tidak hanya paham akan pentingnya pangan yang aman dan sehat, tetapi juga mampu mengedukasi dan mendampingi warga di lingkungannya masing-masing,” ujar perwakilan Balai POM di Bau-Bau.
Kegiatan ini juga disambut positif oleh para peserta yang mengapresiasi pendekatan berbasis komunitas, yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya Komunitas Keamanan Pangan, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dan tanggap dalam memastikan keamanan pangan di lingkungan sekitar. (Infokom-Ila)